KETIKA BANYAK TULISAN BELUM MAMPU MEMUASKAN SYAHWAT MEMBACAMU, MAKA MENULISLAH DENGAN JALAN FIKIRANMU

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 05 Juni 2011

makalah sejarah komputer





PEMBAHASAN

1. PENGERTIAN KOMPUTER

Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan. Kata computer semula dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Asal mulanya, pengolahan informasi hampir eksklusif berhubungan dengan masalah aritmatika, tetapi komputer modern dipakai untuk banyak tugas yang tidak berhubungan dengan matematika.

Secara luas, Komputer dapat didefinisikan sebagai suatu peralatan elektronik yang terdiri dari beberapa komponen, yang dapat bekerja sama antara komponen satu dengan yang lain untuk menghasilkan suatu informasi berdasarkan program dan data yang ada. Adapun komponen komputer adalah meliputi : Layar Monitor, CPU, Keyboard, Mouse dan Printer (sbg pelengkap). Tanpa printer komputer tetap dapat melakukan tugasnya sebagai pengolah data, namun sebatas terlihat dilayar monitor belum dalam bentuk print out (kertas).

Dalam definisi seperti itu terdapat alat seperti slide rule, jenis kalkulator mekanik mulai dari abakus dan seterusnya, sampai semua komputer elektronik yang kontemporer. Istilah lebih baik yang cocok untuk arti luas seperti "komputer" adalah "yang memproses informasi" atau "sistem pengolah informasi."

2. SEJARAH KOMPUTER

a. Penggolongan Alat Pengolah Data

Bagaimanapun juga alat pengolah data dari sejak jaman purba sampai saat ini bisa kita golongkan ke dalam 4 golongan besar:

1) Peralatan manual: yaitu peralatan pengolahan data yang sangat sederhana, dan faktor terpenting dalam pemakaian alat adalah menggunakan tenaga tangan manusia. Contoh : Abacus

Abacus, yang muncul sekitar 5000 tahun yang lalu di Asia kecil dan masih digunakan di beberapa tempat hingga saat ini, dapat dianggap sebagai awal mula mesin komputasi. Alat ini memungkinkan penggunanya untuk melakukan perhitungan menggunakan biji­bijian geser yang diatur pada sebuh rak. Para pedagang di masa itu menggunakan abacus untuk menghitung transaksi perdagangan. Seiring dengan munculnya pensil dan kertas, terutama di Eropa, abacus kehilangan popularitasnya.

2) Peralatan Mekanik: yaitu peralatan yang sudah berbentuk mekanik yang digerakkan dengan tangan secara manual

a) Pascaline

Pada tahun 1642, Blaise Pascal (1623­1662), yang pada waktu itu berumur 18 tahun, menemukan apa yang ia sebut sebagai kalkulator roda numerik (numerical wheel calculator) untuk membantu ayahnya melakukan perhitungan pajak.

Kotak persegi kuningan ini yang dinamakan Pascaline, menggunakan delapan roda putar bergerigi untuk menjumlahkan bilangan hingga delapan digit. Alat ini merupakan alat penghitung bilangan berbasis sepuluh. Kelemahan alat ini adalah hanya terbatas untuk melakukan penjumlahan.

Tahun 1694, seorang matematikawan dan filsuf Jerman, Gottfred Wilhem von Leibniz (1646­1716) memperbaiki Pascaline dengan membuat mesin yang dapat mengalikan. Sama seperti pendahulunya, alat mekanik ini bekerja dengan menggunakan roda­roda gerigi. Dengan mempelajari catatan dan gambar­gambar yang dibuat oleh Pascal, Leibniz dapat menyempurnakan alatnya.

b) Kalkulator Mekanik(Arithometer)

Charles Xavier Thomas de Colmar menemukan mesin yang dapat melakukan empat fungsi aritmatik dasar. Kalkulator mekanik Colmar, arithometer, mempresentasikan pendekatan yang lebih praktis dalam kalkulasi karena alat tersebut dapat melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.

3) Peralatan Mekanik Elektronik: Peralatan mekanik yang digerakkan oleh secara otomatis oleh motor elektronik

a) Mesin Uap Differensiil

Awal mula komputer yang sebenarnya dibentuk oleh seoarng profesor matematika Inggris, Charles Babbage (1791­1871). Tahun 1812, Babbage memperhatikan kesesuaian alam antara mesin mekanik dan matematika. Mesin mekanik sangat baik dalam mengerjakan tugas yang sama berulangkali tanpa kesalaha sedang matematika membutuhkan repetisi sederhana dari suatu langkah­langkah tertenu. Masalah tersebut kemudain berkembang hingga menempatkan mesin mekanik sebagai alat untuk menjawab kebutuhan mekanik.

Usaha Babbage yang pertama untuk menjawab masalah ini muncul pada tahun 1822 ketika ia mengusulkan suatu mesin untuk melakukan perhitungan persamaan differensil. Mesin tersebut dinamakan Mesin Differensial. Dengan menggunakan tenaga uap, mesin tersebut dapat menyimpan program dan dapat melakukan kalkulasi serta mencetak hasilnya secara otomatis

b) Analytical Engine

Setelah bekerja dengan Mesin Differensial selama sepuluh tahun, Babbage tibtiba terinspirasi untuk memulai membuat komputer general­ purpose yang pertama, yang disebut Analytical Engine.

Asisten Babbage, Augusta Ada King (1815­1842) memiliki peran penting dalam pembuatan mesin ini. Ia membantu merevisi rencana, mencari pendanaan dari pemerintah Inggris, dan mengkomunikasikan spesifikasi Anlytical Engine kepada publik. Selain itu, pemahaman Augusta yang baik tentang mesin ini memungkinkannya membuat instruksi untuk dimasukkan ke dalam mesin dan juga membuatnya menjadi programmer wanita yang pertama.

Pada tahun 1980, Departemen Pertahanan Amerika Serikat menamakan sebuah bahasa pemrograman dengan nama ADA sebagai penghormatan kepadanya. Mesin uap Babbage, walaupun tidak pernah selesai dikerjakan, tampak sangat primitif apabila dibandingkan dengan standar masa kini. Bagaimanapun juga, alat tersebut menggambarkan elemen dasar dari sebuah komputer modern dan juga mengungkapkan sebuah konsep penting. Terdiri dari sekitar 50.000 komponen, desain dasar dari Analytical Engine menggunakan kartu­kartu perforasi (berlubang­lubang) yang berisi instruksi operasi bagi mesin tersebut.

Pada 1889, Herman Hollerith (1860­1929) juga menerapkan prinsip kartu perforasi untuk melakukan penghitungan. Tugas pertamanya adalah menemukan cara yang lebih cepat untuk melakukan perhitungan bagi Biro Sensus Amerika Serikat. Sensus sebelumnya yang dilakukan di tahun 1880 membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikan perhitungan. Dengan berkembangnya populasi, Biro tersebut memperkirakan bahwa dibutuhkan waktu sepuluh tahun untuk menyelesaikan perhitungan sensus.

4) Peralatan Elektronik: Peralatan yang bekerjanya secara elektronik penuh

Pada tahun 1903, John V. Atanasoff dan Clifford Berry mencoba membuat komputer elektrik yang menerapkan aljabar Boolean pada sirkuit elektrik. Pendekatan ini didasarkan pada hasil kerja George Boole (1815­1864) berupa sistem biner aljabar, yang menyatakan bahwa setiap persamaan matematik dapat dinyatakan sebagai benar atau salah. Dengan mengaplikasikan kondisi benar­salah ke dalam sirkuit listrik dalam bentuk terhubung­terputus, Atanasoff dan Berry membuat komputer elektrik pertama di tahun 1940. Namun proyek mereka terhenti karena kehilangan sumber pendanaan.

b. Penggolongan Komputer

Penggolongan komputer berdasarkan 5 hal:

1) Data yang diolah

a) Komputer Analog

digunakan untuk mengolah data kualitatif, bekerja secara kontinu dan parallel, biasanya tidak memerlukan bahasa perantara. Contohnya komputer yang digunakan dirumah sakit untuk mengukur suhu, kecepatan suara, voltase listrik.

Gambar 1 Komputer Analog

b) Komputer Digital

Digunakan untuk mengolah data kuantitatif (huruf, angka, kombinasi huruf & angka, karakter­karakter khusus) biasanya memerlukan bahasa perantara. Contohnya komputer PC dll.

Gambar 2 Komputer Digital

c) Komputer Hybrid

Merupakan kombinasi antara komputer analog dengan digital. Contohnya: Facsimile

Gambar 3 Komputer Hybrid

2) Penggunaan

Berdasarkan penguunaannya komputer dibedakan menjadi 2 yaitu :

a) Komputer Untuk Tujuan Khusus (Special Purpose Computer)

Komputer yang dirancang untuk menyelesaikan masalah yang khusus yg biasanya hanya berupa satu masalah saja. Komputer ini dapat berupa komputer digital maupun komputer analog, dan mumnya komputer analog adalah special purpose computer. Komputer ini banyak dikembangkan untuk pengontrolan yang otomatis pada proses-proses industri seperti pabrik kimia, penyulingan minyak, pabrik baja serta untuk tujuan militer

b) Komputer Untuk Tujuan Umum (General Purpose Computer)

Komputer yang dirancang untuk menyelesaikan bermacam-macam masalah dengan program-program yang bermacam-macam pula. Dibandingkan dengan special-purpose computer, kecepatannya lebih rendah. Dipakai untuk berbagai keperluan, untuk aplikasi bisnis, teknik, pendidikan, pengolahan kata, permainan, dsb. Komputer ini dapat berupa komputer digital maupun komputer analog, dan umumnya komputer digital adalah general purpose computer.

3) Kapasitas dan ukurannya

Berdasarkan kapasitas dan ukurannya komputer dibedakan menjadi 6 yaitu :

a) Tower (menara) adalah yang biasanya diletakkan disamping atau dibawah meja, karena ukurannya yang relatif besar, sehingga memenuhi meja. Komputer ini biasanya banyak memiliki ruang didalamnya dan banyak memiliki expansion slot (tempat untuk memasang card tambahan), sehingga bisa ditambahkan dengan berbagai perangkat tambahan.

b) Desktop (meja) adalah komputer yang ukuran sedikit lebih kecil dari dari Tower, tetapi biasanya diletakkan diatas meja. Komputer ini paling banyak dipakai karena harganya yang lebih murah bila dibandingkan dengan bentuk yang lain.

c) Portable (mudah dibawa­bawa) adalah komputer yang ukuran sedikit lebih kecil dari Desktop, karena bagian­bagiannya dapat dirangkai menjadi satu kotak saja, sehingga mudah dibawa kemana­mana. Komputer ini ditujukan bagi pemakai yang sering bertugas ilapangan, misalnya insinyur yang bertugas menyelesaikan suatu rumah atau peneliti yang mengumpulkan data dilokasi yang jauh dari kantornya. Komputer ini kurang populer karena relatif besar dan berat.

d) Notebook (buku catatan) adalah komputer yang ukurannya sebesar buku.. Notebook mempunyai ukuran yang sama dengan kerta kuarto, yaitu 8 ½ x 11 inci, tebalnya berkisar 1 hingga 1 ½ inci dan beratnya antara 4 sampai 6 kg

e) Subnotebook adalah komputer yang ukuran ada diantara komputer notebook dan palmtop. Ukuran komputer ini sedikit lebih kecil dari notebook karena ada sebagian perangkat yang tidak dipasang, biasanya disk drive.

f) Palmtop adalah komputer yang dapat digenggam, karena ukurannya yang sangat kecil. Komputer ini sering disebut handheld computer. Komputer ini tidak memerlukan aliran listrik, melainkan baterai kecil biasa (ukuran AA). Kelemahan dari komputer ini adalah layarnya yang terlalu kecil dan keyboardnya sedikit lebih kecil dari ukuran standar, sehingga menyulitkan pemakai.

4) Perkembangan Hardware

Berdasarkan perkembangan hardware, komputer terbagi dalam 5 generasi yaitu:

a) Komputer Generasi Pertama (1946­1959)

Dengan terjadinya Perang Dunia II, negara­negara yang terlibat dalam perang tersebut berusaha mengembangkan untuk mengeksploit potensi strategis yang dimiliki komputer.

Hal ini meningkatkan pendanaan pengembangan komputer serta mempercepat kemajuan teknik komputer.

(1) Colassus

(2) Mark I

(3) ENIAC

(4) EDVAC

(5) UNIVAC I

Ciri komputer generasi pertama adalah:

§ Penggunaan tube vakum (yang membuat komputer pada masa tersebut berukuran sangat besar)

§ Adanya silinder magnetik untuk penyimpanan data.

§ Instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk suatu tugas tertentu.

§ Setiap komputer memiliki program kode­biner yang berbeda yang disebut bahasa mesin” (machine language). Hal ini menyebabkan komputer sulit untuk diprogram dan membatasi kecepatannya.

b) Komputer Generasi Kedua (1959­1964)

Stretch dan LARC

Mesin pertama yang memanfaatkan teknologi baru ini adalah superkomputer. IBM membuat superkomputer bernama Stretch, dan Sprery­ Rand membuat komputer bernama LARC. Komputer­komputer ini,yang dikembangkan untuk laboratorium energi atom, dapat menangani sejumlah besar data, sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh peneliti atom. Mesin tersebut sangat mahal dan cenderung terlalu kompleks untuk kebutuhan komputasi bisnis, sehingga membatasi kepopulerannya.

Hanya ada dua LARC yang pernah dipasang dan digunakan: satu di Lawrence Radiation Labs di Livermore, California, dan yang lainnya di US Navy Research and Development Center di Washington D.C. Komputer generasi kedua menggantikan bahasa mesin dengan bahasa assembly. Bahasa assembly adalah bahasa yang menggunakan singkatan­singakatan untuk menggantikan kode biner.

Pada awal 1960­an, mulai bermunculan komputer generasi kedua yang sukses di bidang bisnis, di universitas, dan di pemerintahan. Komputer generasi kedua ini merupakan komputer yang sepenuhnya menggunakan transistor. Mereka juga memiliki komponen­komponen yang dapat diasosiasikan dengan komputer pada saat ini: printer, penyimpanan dalam disket, memory, sistem operasi, dan program.

Salah satu contoh penting komputer pada masa ini adalah IBM 1401 yang diterima secara luas di kalangan industri. Pada tahun 1965, hampir seluruh bisnis­bisnis besar menggunakan komputer generasi kedua untuk memproses informasi keuangan.

Program yang tersimpan di dalam komputer dan bahasa pemrograman yang ada di dalamnya memberikan fleksibilitas kepada komputer. Fleksibilitas ini meningkatkan kinerja dengan harga yang pantas bagi penggunaan bisnis. Dengan konsep ini, komputer dapat mencetak faktur pembelian konsumen dan kemudian menjalankan desain produk atau menghitung daftar gaji.

Beberapa bahasa pemrograman mulai bermunculan pada saat itu. Bahasa pemrograman Common Business­Oriented Language (COBOL) dan Formula Translator (FORTRAN) mulai umum digunakan. Bahasa pemrograman ini menggantikan kode mesin yang rumit dengan kata­kata, kalimat, dan formula matematika yang lebih mudah dipahami oleh manusia. Hal ini memudahkan seseorang untuk memprogram dan mengatur komputer. Berbagai macam karir baru bermunculan (programmer, analyst, dan ahli sistem komputer). Industri piranti lunak juga mulai bermunculan dan berkembang pada masa komputer generasi kedua ini.

Ciri-ciri komputer pada generasi kedua:

§ Penggunaan transistor sehingga ukurannya lebih kecil

§ Adanya pengembangan memori inti­magnetik membantu pengembangan komputer generasi kedua yang lebih kecil, lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan lebih hemat energi dibanding para pendahulunya

§ Penggantian dari bahasa mesin menjadi bahasa Asembly

§ Muncul bahasa pemrograman COBOL dan FORTRAN

c) Komputer Generasi Ketiga (1964­1970)

Walaupun transistor dalam banyak hal mengungguli tube vakum, namun transistor menghasilkan panas yang cukup besar, yang dapat berpotensi merusak bagian­bagian internal komputer. Batu kuarsa (quartz rock) menghilangkan masalah ini. Jack Kilby, seorang insinyur di Texas Instrument, mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC : integrated circuit) di tahun 1958. IC mengkombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa. Pada ilmuwan kemudian berhasil memasukkan lebih banyak komponen­komponen ke dalam suatu chiptunggal yang disebut semikonduktor. Hasilnya, komputer menjadi semakin kecil karena komponen­komponen dapat dipadatkan dalam chip. Kemajuan komputer generasi ketiga lainnya adalah penggunaan system operasi (operating system) yang memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara serentak dengan sebuah program utama yang memonitor dan mengkoordinasi memori komputer.

Ciri-ciri komputer pada generasi ketiga:

§ Penggunaan IC(Intregrated Circuit)

§ Ukuran komputer menjadi lebih kecil

§ Ditemukannya Sistem Operasi

d) Komputer Generasi Keempat (1979­sekarang)

Setelah IC, tujuan pengembangan menjadi lebih jelas: mengecilkan ukuran sirkuit dan komponen­komponen elektrik. Large Scale Integration (LSI) dapat memuat ratusan komponen dalam sebuah chip. Pada tahun 1980­ an, Very Large Scale Integration (VLSI) memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal. Ultra­Large Scale Integration (ULSI) meningkatkan jumlah tersebut menjadi jutaan. Kemampuan untuk memasang sedemikian banyak komponen dalam suatu keping yang berukurang setengah keping uang logam mendorong turunnya harga dan ukuran komputer. Hal tersebut juga meningkatkan daya kerja, efisiensi dan keterandalan komputer.

Chip Intel 4004 yang dibuat pada tahun 1971 membawa kemajuan pada IC dengan meletakkan seluruh komponen dari sebuah komputer (central processing unit, memori, dan kendali input/output) dalam sebuah chip yang sangat kecil. Sebelumnya, IC dibuat untuk mengerjakan suatu tugas tertentu yang spesifik. Sekarang, sebuah mikroprosesor dapat diproduksi dan kemudian diprogram untuk memenuhi seluruh kebutuhan yang diinginkan. Tidak lama kemudian, setiap perangkat rumah tangga seperti microwave oven, televisi, dan mobil dengan electronic fuel injection dilengkapi dengan mikroprosesor.

Perkembangan yang demikian memungkinkan orang­orang biasa untuk menggunakan komputer biasa. Komputer tidak lagi menjadi dominasi perusahaan­perusahaan besar atau lembaga pemerintah. Pada pertengahantahun 1970­an, perakit komputer menawarkan produk komputer mereka ke masyarakat umum. Komputer­komputer ini, yang disebut minikomputer, dijual dengan paket piranti lunak yang mudah digunakan oleh kalangan awam. Piranti lunak yang paling populer pada saat itu adalah program word processing dan spreadsheet. Pada awal 1980­an, video game seperti Atari 2600 menarik perhatian konsumen pada komputer rumahan yang lebih canggih dan dapat diprogram.

Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer (PC) untuk penggunaan di rumah, kantor, dan sekolah. Jumlah PC yang digunakan melonjak dari 2 juta unit di tahun 1981 menjadi 5,5 juta unit di tahun 1982. Sepuluh tahun kemudian, 65 juta PC digunakan. Komputer melanjutkan evolusinya menuju ukuran yang lebih kecil, dari komputer yang berada di atas meja (desktop computer) menjadi komputer yang dapat dimasukkan ke dalam tas (laptop), atau bahkan komputer yang dapat digenggam (palmtop).

IBM PC bersaing dengan Apple Macintosh dalam memperebutkan pasar komputer. Apple Macintosh menjadi terkenal karena mempopulerkan system grafis pada komputernya, sementara saingannya masih menggunakan komputer yang berbasis teks. Macintosh juga mempopulerkan penggunaan piranti mouse.

Pada masa sekarang, kita mengenal perjalanan IBM compatible dengan pemakaian CPU: IBM PC/486, Pentium, Pentium II, Pentium III, Pentium IV (Serial dari CPU buatan Intel). Juga kita kenal AMD k6, Athlon, dsb. Ini semua masuk dalam golongan komputer generasi keempat. Seiring dengan menjamurnya penggunaan komputer di tempat kerja, cara­cara baru untuk menggali potensial terus dikembangkan. Seiring dengan bertambah kuatnya suatu komputer kecil, komputer­komputer tersebut dapat dihubungkan secara bersamaan dalam suatu jaringan untuk saling berbagi memori, piranti lunak, informasi, dan juga untuk dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Komputer jaringan memungkinkan komputer tunggal untuk membentuk kerjasama elektronik untuk menyelesaikan suatu proses tugas. Dengan menggunakan perkabelan langsung (disebut juga local area network, LAN), atau kabel telepon, jaringan ini dapat berkembang menjadi sangat besar

Ciri-ciri komputer pada generasi keempat:

· Digunakannya LSI, VLSI, ULSI

· Digunakannya mikroprosesor

e) Komputer Generasi Kelima

Mendefinisikan komputer generasi kelima menjadi cukup sulit karena tahap ini masih sangat muda. Contoh imajinatif komputer generasi kelima adalah komputer fiksi HAL9000 dari novel karya Arthur C. Clarke berjudul 2001:Space Odyssey. HAL menampilkan seluruh fungsi yang diinginkan dari sebuah komputer generasi kelima. Dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence), HAL dapat cukup memiliki nalar untuk melakukan percapakan dengan manusia, menggunakan masukan visual, dan belajar dari pengalamannya sendiri.

Walaupun mungkin realisasi HAL9000 masih jauh dari kenyataan, banyak fungsi­fungsi yang dimilikinya sudah terwujud. Beberapa komputer dapat menerima instruksi secara lisan dan mampu meniru nalar manusia. Kemampuan untuk menterjemahkan bahasa asing juga menjadi mungkin. Fasilitas ini tampak sederhana. Namun fasilitas tersebut menjadi jauh lebih rumit dari yang diduga ketika programmer menyadari bahwa pengertian manusia sangat bergantung pada konteks dan pengertian ketimbang sekedar menterjemahkan kata­kata secara langsung.

Banyak kemajuan di bidang desain komputer dan teknologi semkain memungkinkan pembuatan komputer generasi kelima. Dua kemajuan rekayasa yang terutama adalah kemampuan pemrosesan paralel, yang akan menggantikan model Von Neumann. Model Von Neumann akan digantikan dengan sistem yang mampu mengkoordinasikan banyak CPU untuk bekerja secara serempak. Kemajuan lain adalah teknologi superkonduktor yang memungkinkan aliran elektrik tanpa ada hambatan apapun, yang nantinya dapat mempercepat kecepatan informasi.

Jepang adalah negara yang terkenal dalam sosialisasi jargon dan proyek komputer generasi kelima. Lembaga ICOT (Institute for new Computer Technology) juga dibentuk untuk merealisasikannya. Banyak kabar yang menyatakan bahwa proyek ini telah gagal, namun beberapa informasi lain bahwa keberhasilan proyek komputer generasi kelima ini akan membawa perubahan baru paradigma komputerisasi di dunia.

Ciri-ciri komputer pada generasi keempat:

· Adanya kecerdasan buatan

· Mengkoordinasikan CPU secara serempak

· Adanya teknologi super konduktor

5) Sejarah Komputer berdasarkan perkembangan software

Gambar 4: Perkembangan Software dalam berbagai Era

a) Era Pioner

Bentuk perangkat lunak pada awalnya adalah sambungan­sambungan kabel ke antar bagian dalam Komputer. Cara lain dalam mengakses komputer adalah menggunakan punched card yaitu kartu yang di lubangi. Penggunaan komputer saat itu masih dilakukan secara langsung, sebuah program untuk sebuah mesin untuk tujuan tertentu. Pada era ini, perangkat lunak merupakan satu kesatuan dengan perangkat kerasnya. Penggunaan komputer dilakukan secara langsung dan hasil yang selesai di kerjakan komputer berupa print out. Proses yang di lakukan di dalam komputer berupa baris instruksi yang secara berurutan di proses. Contoh komputer pada era ini adalah komputer ENIAC.

b) Era Stabil

Pada era stabil penggunaan komputer sudah banyak di gunakan, tidak hanya oleh kalangan peneliti dan akademi saja, tetapi juga oleh kalangan industri / perusahaan. Perusahaan perangkat lunak bermunculan, dan sebuah perangkat lunak dapat Menjalankan beberapa fungsi, dari ini perangkat lunak mulai bergeser menjadi sebuah produk. Baris­baris perintah perangkat lunak yang di jalankan oleh komputer bukan lagi satu­satu, tapi sudah seperti banyak proses yang di lakukan secara serempak (multi tasking). Sebuah perangkat lunak mampu menyelesaikan banyak pengguna (multi user) secara cepat/langsung (real time). Pada era ini mulai di kenal sistem basis data, yang memisahkan antara program (pemroses) dengan data (yang di proses).

c) Era Mikro

Sejalan dengan semakin luasnya PC dan jaringan komputer di era ini, perangkat lunak juga berkembang untuk memenuhi kebutuhan perorangan. Perangkat lunak dapat di bedakan menjadi perangkat lunak sistem yang bertugas menangani internal dan perangkat lunak aplikasi yang digunakan secara langsung oleh penggunannya untuk keperluan tertentu. Automatisasi yang ada di dalam perangkat lunak mengarah ke suatu jenis kecerdasan buatan.

d) Era Modern

Saat ini perangkat lunak sudah terdapat di mana­mana, tidak hanya pada sebuah superkomputer dengan 25 prosesornya, sebuah komputer genggampun telah di lengkapi dengan perangkat lunak yang dapat di sinkronkan dengan PC. Tidak hanya komputer, bahkan peralatan seperti telepon, TV, hingga ke mesin cuci, AC dan microwave, telah di tanamkan perangkat lunak untuk mengatur operasi peralatan itu. Dan yang hebatnya lagi adalah setiap peralatan itu akan mengarah pada suatu saat kelak akan dapat saling terhubung. Pembuatan sebuah perangkat lunak bukan lagi pekerjaan segelentir orang, tetapi telah menjadi pekerjaan banyak orang, dengan beberapa tahapan proses yang melibatkan berbagai disiplin ilmu dalam perancangannya. Tingkat kecerdasan yang di tunjukkan oleh perangkat lunak pun semakin meningkat, selain permasalahan teknis, perangkat lunak sekarang mulai bisa mengenal suara dan gambar.


DAFTAR REFERENSI

http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_komputer

http://aplikomfeunlam.files.wordpress.com/2007/11/penggolongan-komputer.pdf

http://www.unhas.ac.id/rhiza/arsip/Arsitektur%20Komputer/arsitektur%20komputer/modul_6_-_sejarah_pc.pdf

makalah demokrasi


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Demokrasi berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu kata demos artinya rakyat dan cratos/kratein artinya berkuasa. Dengan demikian demokrasi adalah suatu paham yang menegaskan bahwa pemerintahan suatu negara dipegang oleh rakyat, karena pemerintahan tersebut pada hakikatnya berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
Pada zaman Yunani Kuno, sistem pemerintahan demokrasi adalah demokrasi langsung, karena dilaksanakan di dalam kota (polis) yang berpenduduk ribuan orang, sehingga segala sesuatu dapat diputuskan langsung dalam sebuah rapat rakyat. Dalam rapat itu ditetapkan kebijakan-kebijakan tentang cara-cara menyelenggarakan pemerintahan ataupun cara-cara mengatasi masalah yang mereka hadapi. Setiap orang yang hadir dapat secara langsung menyatakan pendapatnya. Pelaksanaan demokrasi itu disebut demokrasi langsung (direct democracy).
Dalam masa sekarang ini, dimana penduduk negara berjumlah ratusan ribu bahkan jutaan orang, demokrasi langsung tidak mungkin dilaksanakan, sehingga dibutuhkan lembaga perwakilan rakyat. Anggota-anggotanya dipilih oleh rakyat melalui pemilihan umum yang rahasia, bebas, jujur, dan adil. Oleh karena itu, demokrasi seperti ini disebut demokrasi perwakilan (representative democracy).
Inti pemerintahan demokrasi adalah kekuasaan memerintah yang dimiliki oleh rakyat. Kemudian diwujudkan dalam bentuk ikut serta menentukan arah perkembangan dan cara mencapai tujuan serta gerak politik negara. Keikutsertaannya tersebut tentu saja dalam batas-batas yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan atau hukum yang berlaku.
Demokrasi pada masa kini antara lain menyangkut hak memilih dan hak untuk dipilih, menyangkut pula adanya pengakuan terhadap kesetaraan diantara warga negara, kebebasan warga negara untuk melakukan prtisipasi politik, kebebasan untuk memperoleh berbagai sumber informasi dan komunikasi, serta kebebasan untuk menyuarakan ekspresi baik melalui organisasi, protes, seni, serta kebudayaan, dan sebagainya. Demokrasi memerlukan partisipasi rakyat dan demokrasi yang kuat bersumber pada kehendak rakyat serta bertujuan untuk mencapai kemaslahatan bersama.
B. Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah :
1. Memaparkan prinsip-prinsip budaya demokrasi.
2. Mengidentifikasi ciri masyarakat madani.
3. Memaparkan pelaksanaan demokrasi di Indonesia.
4. Memaparkan contoh penerapan budaya demokrasi dalam kehidupan sehari-hari.
BAB II
PERMASALAHAN
Adapun permasalah dari makalah kami ini adalah :
1. Prinsip-Prinsip Budaya Demokrasi.
2. Proses Demokrasi Menuju Masyarakat Madani.
3. Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia.
4. Perilaku Demokrasi dalam Kehidupan Sehari-hari.
BAB III
PEMBAHASAN
1. PRINSIP- PRINSIP BUDAYA DEMOKRASI
A. Macam-Macam Demokrasi

Menurut cara penyaluran kehendak rakyat, demokrasi dibedakan atas:

· Demokrasi Langsung
· Demokrasi Tidak Langsung
Menurut dasar prinsip ideologi, demokrasi dibedakan atas :
· Demokrasi Konstitusional (Demokrasi Liberal)
· Demokrasi Rakyat (Demokrasi Proletar)
Menurut dasar wewenang dan hubungan antara alat kelengkapan negara, demokrasi dibedakan atas :
· Demokrasi Sistem Parlementer
· Demokrasi Sistem Presidensial
Ada berbagai prinsip budaya demokrasi yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh demokrasi di dunia. Namun, secara umum inti dari demokrasi itu adalah sama.
1. Prinsip-prinsip Budaya Demokrasi secara Universal
Setelah perang dunia II, tampak adanya gejala secara formal bahwa demokrasi merupakan dasar dari kebanyakan negara-negara di dunia. Prinsip-prinsip demokrasi secara universal antara lain sebagai berikut :
a. Kekuasan suatu negara yang sebenarnya berada di tangan rakyat atau kedaulatan ada di tangan rakyat.
b. Masing-masing orang bebas berbicara, mengeluarkan pendapat, beda pendapat, dan tidak ada paksan.
Dalam negara demokrasi rakyat mempunyai hak dan kewajiban untuk memilih wakil-wakilnya yang akan duduk dalam parlemen melalui pemilu. Wakil-wakil rakyat tersebut akan melaksanakan kedaulatan.
2. Prinsip-prinsip budaya demokrasi pancasila
Pelaksaan demokrasi pancasila berarti menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara, saling menghargai serta selalu bermusyarah dalam menyelesaikan berbagai permasalahan.
Prinsip-prinsip demokrasi pancasila antara lain sebagai berikut :
a. Kedaulatan di tangan rakyat.
b. Pengakuan dan perlindungan terhadap hak asasi manusia.
c. Pemerintahan berdasarkan hukum (konstitusi).
d. Peradilan yang bebas tidak memihak.
e. Pengambilan keputusan atas musyawarah.
f. Adanya partai politik dan organisasi sosial politik.
g. Pemilu yang demokratis.
10 pilar demokrasi konstitusional Indonesia menurut Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia:
a. Demokrasi yang Berketuhanan Yang Maha Esa
b. Demokrasi dengan kecerdasan
c. Demokrasi yang berkedaulatan rakyat
d. Demokrasi dengan rule of law
e. Demokrasi dengan pemisahan kekuasaan negara
f. Demokrasi dengan Hak Asasi Manusia
g. Demokrasi dengan pengadilan yang merdeka
h. Demokrasi dengan Otonomi Daerah
i. Demokrasi dengan Kemakmuran
j. Demokrasi yang Berkeadilan Sosial





2. PROSES DEMOKRASI MENUJU MASYARAKAT MADANI
1. Makna Masyarakat Madani
Demokrasi dan masyarakat madani merupakan 2 hal yang tidak dapat di pisahkan. Masyarakat madani adalah masyarakat yang mampu mengisi ruang publik, sehingga dapat menjadi bumper kekuasaan negara yang berlebihan.
Menurut Profesor Ryaas Rasyid, konsep masyarakat madani lahir pasca-Revolusi industri di Eropa Barat yaitu ketika kondisi ekonomi masyarakat sudah semakin baik dan mampu membayar pajak.
Sedangkan menurut Dr. Nurcholish Madjid mengemukakan keharusan masyrakat untuk ikut mengambil peran dalam mewujudkan masyarakat berperadaban, masyarakat madani di Indonesia.
2. Ciri – Ciri Masyarakat Madani
Merujuk pada Bahmueller ( 1997 ), ada beberapa karakteristik atau ciri – ciri masyarakat madani, diantara sebagai berikut:
a. Terintegrasinya individu – individu atau kelompok eksklusif ke dalam masyarakat melalui kontrak sosial dan aliansi sosial,
b. Menyebarnya kekuasaan, sehingga kepentingan – kepentingan yang mendominasi dalam masyarakat dapat di kurangi oleh kekuatan – kekuatan alternatif,
c. Dilengkapinya program-program pembangunan yang di dominasi oleh negara dengan program -program pembangunan yang berbasis masyarakat,
d. Terjembataninya kepentingan-kepentingan individu dan negara karena ke anggotaan organisasi-organisasi volunter mampu memberikan masukan-masukan terhadap keputusan-keputusan pemerintah,
e. Tumbuh kembangnya kreatifitas yang pada mulanya terhambat oleh rezim-rezim totaliter,
f. Meluasnya kesetian ( loyality ) dan kepercayaan ( trust ) sehingga individu-individu mengakui keterlibatannya dengan orang lain dan tidak mementingkan diri sendiri,
g. Adanya pembebasan masyarakat melalui kegiatan lembaga-lembaga sosial dengan berbagai ragam prespektif.
3. Kaitan antara Masyarakat Madani dengan Demokrasi
Hubungan antara masyarakat madani dengan demokrasi (demokratisasi) menurut M. Dawam Rahadjo, bagaikan dua sisi mata uang. Keduanya bersifat ko-eksistensi atau saling mendukung. Hanya dalam masyarakat madani yang kuatlah demokrasi dapat ditegakkan dengan baik dan hanya dalam suasana demokratislah masyarakat madani dapat berkembang secara wajar. Nurcholish Madjid memberikan penjelasan mengenai keterkaitan antara masyarakat madani dengan demokratisasi. Menurutnya, masyarakat madani merupakan tempat tumbuhnya demokrasi. Pemilu merupakan simbol bagi pelaksanaan demokrasi. Masyarakat madani merupakan elemen yang signifikan dalam membangun demokrasi. Salah satu syarat penting bagi demokrasi adalah terciptanya partisipasi masyarakat dalam proses-proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh negara atau pemerintahan. Masyarakat madani mensyaratkan adanya civic engagement yaitu keterlibatan warga negara dalam asosiasi-asosiasi sosial. Civic engagement ini memungkinkan tumbuhnya sikap terbuka, percaya, dan toleran antara satu dengan lainnya. Masyarakat madani dan demokrasi menurut Ernest Gellner merupakan dua kata kunci yang tidak dapat dipisahkan. Demokrasi dapat dianggap sebagai hasil dinamika masyarakat yang menghendaki adanya partisipasi.




3. PELAKSANAAN DEMOKRASI DI INDONESIA
1. Demokrasi Liberal
Di Indonesia demokrasi liberal berlangsung sejak 3 November 1945, yaitu sejak sistem multi partai berlaku melalui maklumat pemerintah. Demokrasi liberal di kenal pula sebagai demokrasi parlementer, karna berlangsung dalam sistem pemerintahan parlementer ketika berlakunya Undang-Undang 1945 periode pertama (18 Agustus 1945-27 Desember 1949), konstitusi RIS (27 Desember 1949-17 Agustus 1950), dan UUDS 1950 (17 Agustus 1950-5 Juli 1959).
Pada saat berlangsungnya sistem parlementer, pemerintah dipimpin oleh seorang perdana menteri, sedangkan presiden hanya berkedudukan sebagai kepala negara. Dalam sistem ini, perdana menteri dan kabinetnya bertanggung jawab pada parlemen ( DPR ).
Akibat pelaksanaan demokrasi liberal, stabilitas negara sukar di capai sebab parlemen dapat menjatuhkan kabinet kapan saja jika partai oposisi dalam parlemen itu kuat. Kabinet tidak bertahan lama dan sebagai akibatnya banyak program – program kabinet tidak berjalan dengan baik, sehingga menimbulkan banyak masalah di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, serta pertahanan dan keamanan.
2. Demokrasi Terpimpin (1959-1966)
Dengan dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1945 yang isinya megusulkan pembubaran konstituante, berlakunya kembali UUD 1945, dan pembentukan MPRS dan DPAS dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, maka demokrasi liberal diganti dengan demokrasi terpimpin sebagai.
Pada masa demokrasi terpimpin banyak terjadi penyelewengan terhadap Pancasila dan UUD 1945 antara lain pembentukan Nasakom (Nasionalis, Agama, dan Komunis), Tap. MPRS No. III/MPRS/1963 tentang Pengangkatan Soekarno sebagai Presiden Seumur Hidup, pembubaran DPR hasil pemilu oleh Presiden, pengangkatan ketua DPRGR/MPRS menjadi mentri Negara oleh Presiden dan penyelewengan lain dalam pelaksanaan pemerintahan.
Dalam demokrasi terpimpin, apabila tidak terjadi mufakat dalam sidang legislafif, maka permasalahan itu diserahkan kepada presiden sebagai pemimpin besar revolusi untuk dapat diputuskan. Dengan demikian, rakyat/wakil rakyat yang duduk dalam lembaga legislative tidak mempunyai peranan yang penting dalam pelaksanaan demokrasi terpimpin. Akhirnya, pemerintahan Orde Lama beserta demokrasi tepimpinnya jatuh setelah terjadinya peristiwa G30s/PKI tahun 1965 dengan diikuti krisis ekonomi yang cukup parah hingga dikeluarkannya surat perintah sebelas Maret (Supersemar).
3. Demokrasi Pancasila
Demokrasi pancasila di mulai pada tanggal 11 Maret 1966 saat Letnan Jendral Soeharto menerima surat perintah sebelas maret (Supersemar) dar presiden Soekarno. Demokrasi pancasila merupakan paham demokrasi yang bersumber kepada kepribadian dan falsafah hidup bangsa Indonesia yang perwujudannya seperti ketentuan dalam pembukaan dan batang tubuh UUD 1945. Asas demokrasi pancasila terdapat dalam sila ke – 4 pancasila yang berbunyi : “ Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan “. Identitas demokrasi ini adalah sila ke – 4 yang di jiwai dan di liputi oleh sila lainya.
4. Demokrasi Reformasi
Masa reformasi lahir setelah presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 dari jabatan presiden yang telah di dudukinya selama 32 tahun atas desakan masyarakat dan mahasiswa. Pada era ini rakyat di beri kebebasan yang luas untuk mengemukakan pendapat di muka umum, seperti demonstrasi, rapat umum, mimbar bebas, dan pawai. Namun, dalam pelaksanaanya harus berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu UU No 9 Tahun 1998.
UNSUR PELAKSANA DEMOKRASI
1. Pelaksanaan pemilu oleh lembaga independen
Pemilihan umum dilaksanakan oleh lembaga yang yang kridible, jujur dan adil serta menjamin pelaksanaan pemilu yang akuntable sehingga hasinya secara sah dan meyakinkan dapat diterima oleh rakyat.
2. Sistem politik/kepartaian yang menjamin tumbuhnya demokrasi
Keberadaan partai politik tidak terkooptasi (dibawah pengaruh/kekeuasaan) pemerintah/penguasa serta benar-benar membawa aspirasi dan menjaga kepentingan rakyat.
3. Pembagian/desentralisasi kekuasaan;
Pemerintahan tidak terpusat pada satu kekuasaan melainkan terdistribusi untuk menjamin terwujudnya kedaulatan dan kepentingan rakyat serta terciptanya keseimbangan dan koreksi kekuasaan yang diatur dalam peraturan perundangan.
4. Profesionalisme dan Kepribadian yang baik dari aparatur pemerintahan
Agar terciptanya pemerintahan yang baik maka dibutuhkan aparatur pemerintah yang memiliki kompetensi dan kinerja yang terukur serta berkelakuan yang jujur dan adil dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya.
5. Kebebasan berserikat/berorganisasi dan pemberdayaan organisasi masyarakat
Rakyat diberi kebebasan untuk berserikat/ berorganisasi, keleluasaan ruang gerak serta iklim yang kondusif untuk mewujudkan peran serta rakyat dalam pemerintahan.
6. Kebebasan dan jaminan berpendapat bagi rakyat
Dalam menyampaikan kehendaknya, rakyat diberikan saluran dan kebebasan untuk berpendapat serta jaminan hukum atas aspirasi yang disampaikannya.
7. Transparansi kebijakan publik dan kebebasan pers /media cetak dan elektronik
Untuk menjamin kontrol/pengawasan rakyat atas pelaksanaan pemerintahan maka segala sesuatu yang terkait dengan kebijakan yang menyangkut kepentingan rakyat harus dilakukan secara terbuka dan dapat diakses oleh publik (informatif dan transparan).
8. Penegakan hukum yang jujur dan berkeadilan
Pelaksanaan penegakan hukum dilaksanakan oleh aparatur penegak hukum yang memiliki kejujuran dalam pelaksanaan tugasnya sesuai prosedur dan ketentuan peraturan perundangan yang ada serta memperhatikan rasa keadilan yang tidak hanya ada dalam aturan perundangan saja tetapi juga rasa keadilan yang ada di mata masyarakat.
9. Pengadilan yang bebas dan tidak memihak
Peradilan yang bebas (rechts spraak) bertujuan agar hakim dapat memberikan keadilan, baik yang ada didalam maupun diluar undang-undang serta menyelaraskan undang-undang dengan keadaan nyata di masyarakat dan hakim dapat mengisi kekosongan hukum melalui penafsiran hukum dan konstruksi hukum.
4. PERILAKU BUDAYA DEMOKRASI DALAM KEHIDUPAN SEHARI- HARI
Bangsa Indonesia berkewajiaban untuk menegakkan prinsip-prinsip demokrasi. Kewajiban untuk melanjutkan dan lebih memantapakan dasar-dasar demokrasi berdasarkan pancasila dan UUD1945 harus menjadi komitmen penting untuk di laksanakan oleh generasi sekarang dan mendatang.
Faktor pendukung lainnya yang patut di kembangkan adalah semangat kekluargaan, gotongroyong, kebersamaan, dan musyawarah untuk mufakat yang di tetapkan di berbagai lingkungan sosial, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat sampai bangsa dan negara.
1. Di Lingkungan Keluarga
Penerapan Budaya demokrasi di lingkungan keluarga dapat diwujudkan dalam bentuk sebagai berikut:
· Kesediaan untuk menerima kehadiran sanak saudara.
· Menghargai pendapat anggota keluarga lainya.
· Senantiasa musyawarah untuk pembagian kerja.
· Terbuka terhadap suatu masalah yang dihadapi bersama.
2. Di Lingkungan Masyarakat
Penerapan Budaya demokrasi di lingkungan masyarakat dapat diwujudkan dalam bentuk sebagai berikut:
· Bersedia mengakui kesalahan yang telah dibuatnya.
· Kesediaan hidup bersama dengan warga masyarakat tanpa diskriminasi.
· Menghormati pendapat orang lain yang berbeda dengannya.
· Menyelesaikan masalah dengan mengutamakan kompromi.
· Tidak terasa benar atau menang sendiri dalam berbicara dengan warga lain.
3. Di Lingkungan Sekolah
Penerapan Budaya demokrasi di lingkungan sekolah dapat diwujudkan dalam bentuk sebagai berikut:
· Bersedia bergaul dengan teman sekolah tanpa membeda-bedakan.
· Menerima teman-teman yang berbeda latar belakang budaya, ras dan agama.
· Menghargai pendapat teman meskipun pendapat itu berbeda dengan kita.
· Mengutamakan musyawarah, membuat kesepakatan untuk menyelesaikan masalah.
· Sikap anti kekerasan.
4. Di Lingkungan Kehidupan Bernegara
Penerapan Budaya demokrasi di lingkungan kehidupan bernegara dapat diwujudkan dalam bentuk sebagai berikut:
· Besedia menerima kesalahan atau kekalahan secara dewasa dan ikhlas.
· Kesediaan para pemimpin untuk senantiasa mendengar dan menghargai pendapat warganya.
· Memiliki kejujuran dan integritas.
· Memiliki rasa malu dan bertanggung jawab kepada public.
· Menghargai hak-hak kaum minoritas.
· Menghargai perbedaan yang ada pada rakyat.
· Mengutamakan musyawarah untuk kesepakatan berrsama untuk menyelesaikan masalah-masalah kenegaraan.
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Segala tindakan yang dilakukan selama ini masih jauh dari prinsip demokrasi yang sesungguhnya, hal ini terbukti masih banyak muncul tindakan – tindakan yang tidak mencerminkan sikap demokratis, masih banyak adanya kekerasan saat terjadinya pergantian pemimpin, seperti tindakan main hakim sendiri, masih banyak pemaksaan kehendak yang di lakukan oleh pihak – pihak tertentu, sikap penguasa yang tidak berdaya dalam mengungkap kasus pelanggaran HAM, pendidikan politik rakyat masih rendah, masih adanya deskriminasi dalam pengambilan keputusan, semakin meraja lelanya tindakan korupsi di kalangan pejabat di tengah kritik masyarakat yang terus berdengung, dan tindakan – tindakan anti demokrasi lain dalam berbagai bentuknya. Berdasarkan pernyataan tersebut maka perlukita sadari bersama bahwa mewujudkan negara demokrasi sesuai dengan cita – cita bangsa dan negara bukan merupakan hal yang mudah, semua itu membutuhkan proses yang cukup lama, selain itu mewujudkan pemerintahan yang demokratis tidak bisa hanya di upayakan oleh pemerintah, namun juga membutuhkan dukungan dari seluruh warga Indonesia.
B. SARAN
Mewujudkan budaya demokrasi memang tidak mudah. Perlu ada usaha dari semua warga negara. Yang paling utama, tentu saja, adalah:
1. Adanya niat untuk memahami nilai-nilai demokrasi.
2. Mempraktekanya secara terus menerus, atau membiasakannya.
Memahami nilai-nilai demokrasi memerlukan pemberlajaran, yaitu belajar dari pengalaman negara-negara yang telah mewujudkan budaya demokrasi dengan lebih baik dibandingkan kita. Dalam usaha mempraktekan budaya demokrasi, kita kadang-kadang mengalami kegagalan disana-sini, tetapi itu tidak mengendurkan niat kita untuk terus berusaha memperbaikinya dari hari kehari. Suatu hari nanti, kita berharap bahwa demokrasi telah benar-benar membudaya di tanah air kita, baik dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
DAFTAR PUSTAKA
· Suprihatini Amin dan Suparyanto Yudi. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan, Klaten: Cempaka Putih.
· Chotib, Drs. 2007. Kewarganegaraan 2 Menuju Masyarakat Madani, Jakarta: Yudhistira.
· Rofik, Aang Witarsa. 2007. Kewarganegaraan, Bogor: Regina.