KETIKA BANYAK TULISAN BELUM MAMPU MEMUASKAN SYAHWAT MEMBACAMU, MAKA MENULISLAH DENGAN JALAN FIKIRANMU

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 04 Desember 2012

Klasifikasi desa dan perkembangannya


BAB I
PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang
Desa merupakan tempat yang berada diluar  kota (N. Daljoeni : 1999). Menurut UU No.22 tahun 1999 desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan menyusun kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat-istiadat setempat yang diakui dalam sistem pemerintah Nasional dan berada di daerah kabupaten.
Memang ada definisi lain yang menitik berangkatkan dari desa sebagai permukiman, sebagai berikut : suatu tempat atau daerah dimana penduduk berkumpul dan hidup bersama dimana mereka dapat menggunakan lingkungan setempat untuk mempertahankan, melangsungkan dan mengembangkan kehidupan mereka. Dalam definisi tersebut tersirat adanya tiga unsur : penduduk, tanah, dan bangunan; karena masing-masing unsur itu lambat atau cepat mengalami perubahan maka desa sebagai pola permukiman bersifat dinamis. Secara geografis definisi tadi juga dapat dipertanggung jawabkan, karena manusia sebagai penghuni desa selalu melakukan adaptasi spatial dan ekologis sederap dengan kegiatannya berpangupajiwa agraris.
Penduduk yang terdapat di pedesaan masih ada rasa perhatian terhadap sesama, selain itu penduduk desa juga memiliki solidaritas yang masih sangat kental. Kebiasaan penduduk yang ada di desa dalam segi mencari nafkah berbeda dengan penduduk yang ada di kota, di desa apabila mencari nafkah tidak berfikir untuk besok, tetapi berfikir untuk hari itu saja. Lain dengan penduduk yang ada di kota bila hari itu dia bekerja dan di hari itu juga dia berfikir bagaimana untuk pendapatan untuk besok. Penduduk desa juga mata pencahariannya lebih dominan di bidang pertanian.
1.2     Tujuan
1.      Agar dapat mengetahui berbagai macam bentuk dari klasifikasi desa serta perkembangannya.
2.      Dapat mengetahui klasifikasi desa dalam beberapa bagian, menurut data yang diperoleh dari berbagai pendapat para ahli mengenai definisi desa.
3.      Dapat mengetahui pengembangan desa saat ini.
4.      Dengan mempelajari perkembangan desa mahasiswa dapat mengetahui perbedaan desa yang belum berkembang dengan desa yang telah berkembang.
1.3     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana bentuk dari klasifikasi desa serta perkembangannya ?
2.      Bagaimana klasifikasi desa berdasarkan definisi dari para ahli ?
3.      Seperti apa perkembangan desa saat ini ?
4.      Hal apa saja yang dapat mempengaruhi perkembangan desa ?
1.4     Manfaat
1.      Lebih bisa memahami secara luas tentang definisi desa, klasifikasi desa, dan pengembangannya.
2.      Mahasiswa dapat mengetahui bentuk dari klasifikasi desa dan perkembangannya.
3.      Mahasiswa dapat mengetahui apa saja yang mempengaruhi perkembangan desa.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1   Klasifikasi Desa
 Klasifikasi desa dapat dibedakan menjadi 5 yaitu :
a.       Berdasarkan perkembangan masyarakat, desa dapat dibagi menjadi 4 macam, yaitu:
1.       Desa terbelakang atau desa tradisional.
Ciri-cirinya yaitu :
o   Desa tradisional atau disebut juga pradesa adalah tipe desa dimana masyarakatnya sangat tergantung pada kondisi alam.
o   Kehidupan sebagian masyarakatnya adalah bercocok tanam dan mengolah lingkungan.
o   Interaksi desa dengan wilayah lain masih sangat lambat, karena system pengangkutan di daerah ini masih belum berkembang.
o   Tipe desa ini masih merupakan desa tertinggal.

2.      Desa swadaya.
Ciri-cirinya yaitu :
o   Desa swadaya adalah suatu desa yang kondisinya statis tradisional, pendidikan dan produktivitas masyarakatnya sangat rendah.
o   Administrasi pemerintahan dilaksanakan seadanya.
o   Lembaga-lembaga social desa tidak berfungsi sebagai mana mestinya.
o   Serta pemanfaatan lahan terbatas hanya untuk pertanian.

3.      Desa swakarya atau desa yang sedang berkembang.
Ciri-cirinya yaitu :
o   Desa swakarya adalah suatu desa yang mulai mendapat pengaruh dari luar berupa pembaruan di berbagai bidang kehidupan.
o   Perbaikan hidup mulai dirasakan oleh anggota masyarakat.
o   Pendidikan masyarakat cukup tinggi.
o   Adat istiadat cukup longgar.
o   Administrasi pemerintahan dilaksanakan dengan baik.
o   Lembaga-lembaga sosial mulai berfungsi.
o   Dan mata pencaharian hidup tidak hanya tergantung pada pertanian.

4.      Desa swasembada atau desa yang sudah maju.
Ciri-cirinya yaitu :
o   Desa swasembada adalah suatu desa yang masyarakatnya telah maju.
o   Sudah mengenal modernisasi pertanian. Teknologi maju mulai digunakan.
o   Pendidikan masyarakat tinggi sehingga mampu berfikir secara rasional.
o   Administrasi pemerintahan dilaksanakan dengan baik.
o   Dan lembaga sosial desa telah berfungsi semestinya sehingga mampu mendorong partisipasi masyarakat di berbagai kegiatan pembangunan desa secara swasembada.
o   Sarana dan prasarana desa tersedia dengan baik serta mata pencaharian penduduk bergerak di bidang perdagangan dan jasa.

b.       Berdasarkan mata pencaharian penduduk, desa dibagi menjadi 3 macam, yaitu :
1.      Desa pertanian adalah desa yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani.
2.      Desa nelayan adalah desa yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan.
3.      Desa industri adalah desa yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai pekerja di bidang industri.
c.       Berdasarkan luas wilayahnya, desa dibagi menjadi 5 macam, yaitu:
1.      Desa terkecil adalah desa yang luasnya kurang dari 2 km2.
2.      Desa kecil adalah desa yang luasnya antara 2 km2 – 4 km2.
3.      Desa sedang adalah desa yang luasnya antara 4 km2 – 6 km2.
4.      Desa besar adalah desa yang luasnya antara  6 km2 – 8 km2.
5.      Desa terbesar adalah desa yang luasnya antara 8 km2- 10 km2.
d.      Berdasarkan kepadatan penduduknya, desa dibagi menjadi 5 macam, yaitu :
1.      Desa terkecil adalah desa yang kepadatan penduduknya kurang dari 100 jiwa/km2
2.      Desa kecil adalah desa yang kepadatan penduduknya antara 101-500 jiwa/km2.
3.      Desa sedang adalah desa yang kepadatan penduduknya antara 501-1.500 jiwa/km2.
4.      Desa besar adalah desa yang kepadatan penduduknya antara 1.501-3.000 jiwa/km2.
5.       Desa terbesar adalah desa yang kepadatannya penduduknya antara 3.001-4.500 jiwa/km2.
e.       Berdasarkan jumlah penduduk, desa dibagi menjadi 5 macam, yaitu :
1.      Desa terkecil adalah desa yang berpenduduk kurang dari 800 orang.
2.      Desa kecil adalah desa yang berpenduduk antara 800 - 1.600 orang.
3.      Desa sedang adalah desa yang berpenduduk antara 1.601 – 2.400 orang.
4.      Desa besar adalah desa yang berpenduduk antara 2.401 – 3.200 orang.
5.      Desa terbesar adalah desa yang berpenduduk antara 3.201 orang. 
2.2   Perkembangan desa
Perkembangan desa berkaitan dengan potensi desa yang meliputi sumber-sumber alami dan sumber manusiawi yang tersimpan dan yang dapat diharapkan manfaatnya bagi kelangsungan dan kesejahteraan masyarakatnya. Potensi desa ada 2 yaitu potensi fisik dan potensi non fisik. Potensi fisiknya meliputi :
1.      Unsur tanah, dimana tanah ini merupakan faktor terpenting bagi penghidupan warga desa. Unsur tanah juga mempengaruhi keberhasilan mata pencaharian bertani ; tanah berkapur, berpasir, berlempung, bertanah liat dan sebagainya, memiliki ciri-ciri perekonomian tertentu yang dapat kita hubungkan dengan budidaya tebu, tembakau, karet, coklat, the, kopi, dan sebagainya. Namun, perkebunan melalui modal teknologi dam perencanaan yang tepat.
2.      Unsur air, yang menentukan bagi kepentingan sehari-hari dan pengairan. Adapun yang mengenai betapa pentingnya air bagi warga desa yaitu untuk irigasi, perikanan, peternakan, dan sebagainya. Sudah selayaknya bahwa daerah tanah karst yang kekurangan air, penduduknya banyak yang menderita.
3.       Unsur cuaca dan iklim, yang menjadi peranan penting bagi desa agraris. Iklim desa atau tipe iklim tepatnya, bergantung pada ketinggian letak desa secara topografis di atas permukaan laut. Kaliurang dan Kopeng dengan ketinggian 1000 m dan 1350 m menjadikan dua tempat tersebut kota peristirahatan dengan fasilitas untuk rekreasi. Ekonominya mencakup perhotelan, perwarungan, perdagangan sayuran, dan bunga-bungaan misalnya. Perlu dicatat, bahwa pada ketinggian tersebut tidak ada sawah padi dan pohon kelapa yang tumbuh.
4.      Ternak, yang berfungsi sebagai sumber tenaga hewan, sumber bahan makanan, dan sumber keuangan.
5.      Manusia, dalam arti tenaga kerja sebagai pengolah, produsen, dan konsumen.
Disamping potensi fisik, potensi non fisik tidak dapat diabaikan. Potensi non fisik, meliputi :
1.             Masyarakat desa, yang hidup berdasarkan gotong-royong dan dapat merupakan suatu kekuatan berproduksi dan kekuatan membangun.
2.             Lembaga sosial, lembaga pendidikan dan lembaga lainnya yang dapat memberikan bantuan sosial serta bimbingan dalam arti positif.
3.             Aparatur dan pamong desa, yang menjadi sumber kelancaran dan tertibnya jalan roda pemerintahan desa.
Dengan demikian dalam usaha mengembangkan desa perlu ada :
1.      Pemimpin desa yang mampu membimbing dan mengetahui besar lingkungan desa. Jadi perlu ada penataan atau upgrading rural leaders.
2.      Aparatur desa yang memiliki tertib administrasi desa. Perlu peningkatan dalam seluk-beluk keadministrasian dan tata usaha kantor.
3.      Warga desa, yang dapat menyesuaikan dengan pembangunan desa dalam arti sempit dan luas

BAB III
PENUTUP
3.1     Kesimpulan
Dari uraian di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa:
1.      Bahwa masyarakat desa adalah masyarakat yang kehidupannya masih banyak di kuasai oleh adat istiadat.
2.      Desa memiliki 3 unsur yaitu : daerah dan letak, penduduk serta tata kehidupan.
3.      Desa mempunyai ciri-ciri pokok kehidupan adalah ketergantungan mereka terhadap lingkungan alam sekitarnya.
Seperti yang telah diuraikan di atas desa diklasifikasikan berdasarkan jumlah penduduk, mata pencaharian penduduk desa, berdasarkan perkembangan penduduknya, luas wilayahnya, dan kepadatan penduduknya.
Pembangunan masyarakat pedesaan dimaksudkan untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya. Pembangunan yang demikian hanya akan dapat terlaksana bila langkah teknis dan ekonomis dilaksanakan setelah masalah inti sosial budaya suatu masyarakat diketahui. Berdasarkan ini kemudian menjadikannya sebagai tumpuan berbagai langkah pembangunan ekonomi dengan sektor teknisnya.
Pembangunan manusia seutuhnya akan lebih berhasil bila pembangunan pada daerah pedesaan dilakukan berdasarkan potensi sumberdaya alamnya. Sehingga untuk mampu memberdayakan potensi sumberdaya alamnya, maka bakat dan kemampuan sumberdaya manusianya juga perlu untuk ditingkatkan. Dengan demikian, kemajuan wilayah pedesaan akan menjadi imbang dengan wilayah perkotaan. sehingga kesenjangan sosial dan ekonomi dalam kehidupan antara penduduk desa dan kota tidak akan terjadi.



DAFTAR PUSTAKA

Bardi, Syamsul. 2009. Diktat Pengantar Geografi Desa. Banda Aceh.
Daldjoeni,N. 1998. Geografi Kota Dan Desa. Bandung.
LKS  untuk SMA Kelas III.
www.wikipedia.com




Motivasi dalam Belajar


BAB I
PENDAHULUAN

  1.  LATAR BELAKANG
              Dalam kehidupan, sering di dapatkan banyak manusia yang melakukan pekerjaan dengan gigih, dan banyak pula yang santai, bahkan tidak sedikit yang tidak berbuat apapun. Semua itu tak terlepas dari belajar yang mana dengan adanya belajar  pemahaman dalam pembelajaran. Belajar menjadi diri kita dari tidak bisa menjadi bisa dengan adanya motivasi.
              Belajar tidak terlepas dari motivasi, peranan motivasi tidak diragukan dalam belajar. Banyak anak dengan inteligensi yang rendah disebabkan tidak ada motivasi dalam belajar. Fungsi motivasi yang seharusnya sebagai pendorong, penggerak, dan pengarah perbuatan belajar tidak diperankan dengan baik sehingga tidak berhasilnya prestasi anak.
              Motivasi terkait dengan menumbuhkan dan mengembangkan dimana terdapat motivasi instrinsik dan ekstrinsik. Motivasi merupakan suatu kekuatan yang dapat mendorong seseorang untuk melakukan perbuatan yaitu termasuk belajar, dalam belajar motivasi sangat diperlukan karena salah satu prasyarat yang amat penting, tanpa ada motivasi dalam belajar maka akan sia-sia dibuat gedung, disediakan guru & fasilitas belajar di sekolah.
              Sangat pentingnya adanya motivasi dalam belajar karena tanpa motivasi baik belajar ataupun semua kegiatan yang akan dilakukan siswa tidak akan berhasil yang menuju prestasi. Terkait dengan pembahasan di atas tadi maka dari kelompok kami menulis makalah dengan judul “Motivasi Dalam Belajar” di dalam mata kuliah “Psikologi Pendidikan”. 

  1. TUJUAN DAN MANFAAT
              Adapun Tujuan dan manfaat dalam penulisan makalah ini :
1.      Untuk mengetahui pengertian Motivasi dalam belajar.
2.      Untuk mengetahui cara peningkatan motivasi belajar siswa.
3.      Untuk mengetahui peranan guru dalam memotivasi siswa dalam pembelajaran.
4.      Mahasiswa dapat menambah wawasan tentang motivasi.
5.      Siswa dapat menambah wawasan dan  motivasi dalam hal belajar maupun hal lainnya.
6.      Penulis dapat menambah pemahaman tentang motivasi.
7.      Untuk mengetahui cara peningkatan motivasi.
8.      Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi dalam belajar.
9.      Guru dapat menjadi bahan kajian untuk membimbing siswa dalam memotivasi.
10.  Untuk mengetahui bagaimana hubungan motivasi dengan kebutuhan.



  1. SASARAN
Adapun sasaran penulisan makalah ini adalah ditujukan kepada para:
  1. Masiswa.
  2. Peserta didik.
  3. Guru.
  4. Dosen.
  5. Orang tua.















BAB II
PERMASALAHAN

Setiap siswa atau pelajar  umumnya memerlukan motivasi untuk belajar serta memproleh hasil yang berprestasi dari proses belajarnya. Dalam diri seseorang terdapat motivasi baik instrinsik maupun ekstrinsik, motivasi tersebut mempengaruhi seseorang dalam melakukan suatu kegiatan atau suatu aktivitas.
Dalam proses pembelajaran seorang siswa dituntut untuk memiliki sebuah motivasi dalam proses belajar mengajar. Pada kenyataannya banyak siswa maupun peserta didik kurangnya memiliki motivasi dalam mengikuti proses pembelajaran sehingga hasil belajar siswa tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sebagai contoh permasalahannya. Azwar seorang siswa kelas 3 SMP ia merupakan siswa yang berprestasi pada saat kelas 1 dengan ranking 1, pada saat kelas 2 dia mengalami suatu perubahan dalam proses pembelajarannya sehingga prestasinya menurun dari biasanya dan pada saat kelas 3, prestasinya anjlok menurun tidak mendapatkan ranking atau prestasi apapun. Pada saat diketahui, Azwar mempunyai sebuah masalah yaitu tidak ada motivasi dalam belajar baik itu dalam dirinya maupun  dorongan dari luar (baik dari gurunya maupun keluarganya dan lain sebagainya). Padahal dia siswa yang mempunyai inteligensi yang tinggi tapi kurangnya motivasi dalam belajar.
 Dan jika kita berbicara tentang motivasi maka tidak terlepas dari banyaknya permasalahan-permasalahan yang kita jumpai dalam proses belajar seseorang. Baik itu dari dalam diri maupun dari luar diri individu itu.
            Adapun permasalahan individu yang berhubungan dengan motivasi dalam belajar diantaranya sebagai berikut ;
1.      Hambatan-hambatan yang ada dalam diri sendiri atau di luar individu untuk meraih prestasi.
2.      Kurangnya pemahaman individu untuk mengetahui betapa pentingnya motivasi dalam proses belajar untuk meraih prestasinya.


BAB III
TOERI DAN PEMBAHASAN


A.    PENGERTIAN MOTIVASI
Istilah motivasi berasal dari bahasa latin yaitu movere yang bermakna bergerak, istilah ini bermakna mendorong, mengarahkan tingkah laku manusia. Menurut Mc Donald motivasi adalah suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang di tandai dengan timbulnya afektif (perasaan) dan reaksi untuk mencapai tujuan.
 Soemanto (2003) manjelaskan tentang definisi Mc.Donald.
·         Motivasi dimulai dengan suatu perubahan tenaga dalam diri seseorang.
·         Motivasi ditandai dengan dorongan afektif (perasaan).
·         Motivasi ditandai oleh reaksi-reaksi mencapai tujuan.
Whittaker menyatakan bahwa motivasi adalah kondisi-kondisi atau keadaan yang mengaktifkan atau memberi dorongan kepada kepada mahluk bertingkah laku mencapai tujuan yang ditimbulkan oleh motivasi tersebut (Soemanto, 2003, 205).
Dalam proses pembelajaran di kenal adanya motivasi belajar. Motivasi belajar merupakan motivasi yang diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar dengan keseluruhan penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan belajar dalam mencapai satu tujuan (Winkels, 1987).
Motivasi merupakan biang yang teramat sering dipelajari oleh para psikolog. Irwanto (2002 : 197-208).  Ada beberapa teori dalam motivasi, yaitu :
1.      Teori Instink
Instink adalah suatu disposisi (kecenderungan) yang ditentukan secara genetis untuk berperilaku dengan cara tertentu.

2.      Homeosatis=Teori Drive vs Teori Arousal
Keadaan yang mendorong organisme berperilaku  untuk menghilangkan ketegangan, atau mengembalikan keseimbangan dalam tubuh.
Teori drive didasarkan determinan-determinan yang sifatnya biologis.
Teri arousal yaitu organisme tidak selalu berusaha menghilangkan ketegangan, tetapi justru sebaliknya oranisme serng kali berusaha meningkatkan ketegangan dalam dirinya.

3.      Teori Atribusi
Cara seseorang menafsirkan atau berusaha mengerti apa yang melatarbelakangi peristiwa yang terjadi di sekitarnya yang akan menentukan perilakunya.

4.      Teori Harapan
Bahwa motivasi merupakan produk kombinasi antara besarnya keinginan seseorang untuk mendapatkan hadiah/reward tertentu untuk mendapatkan tugas-tugas yang diperlukan ( harapan).

5.      Teori Aktualisasi Diri
Manusia mampu mengarahkan perilakunya untuk mencapai tujuan setingi mungkin.

6.      Teori Motif Berprestasi
Kebutuhan manusia untuk berprestasi.

7.      Teori Motivasi Takut Berprestasi
Menurut teori ini ada 2 tipe manusia yaitu:
a.       Orang-orang yang lebih termotivasi untuk berprestasi daripada menghindari kegagalan.
b.      Lebih termotivasi oleh ketakutan akan gagal.

Dalam pembelajaran ada dua jenis motivasi yaitu:
1.    Motivasi Intrinsik, Motivasi Instrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam           setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.
Perlu ditegaskan bahwa anak didik yang mempunyai motivasi instrinsik cenderung akan menjadi orang yang terdidik, yang berpengetahuan, yang mempunyai keahlian dalam bidang tertentu.

2.  Motivasi Ekstrinsik, Motivasi ekstrinsik adalah kebalikan dari motivasi instrinsik. Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi  karena adanya perangsangan dari luar.

B.     FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI DALAM BELAJAR
Belajar dapat dipengaruhi oleh motivasi yang intrinsik artinya dapat dibentuk di dalam diri individu. Adanya suatu kebutuhan ini dapat  berkembang menjadi suatu perhatian atau suatu dorongan.guru dapat ,merangsang suatu perhatian dan dorongan itu dengan banyak cara.
1.      Kemasakan.
Untuk dapat mempengaruhi motivasi anak, harus diperhatikan kemasakan anak.tidak bijaksana untuk merangsang aktivitas-aktivitas sebelum individu masak secara fisik, psikis dan social.

2.      Usaha yang bertujuan, goal dan ideal
Apabila mata pelajaran telah disesuaikan, dengan bijaksana, pada kapasitas anak dan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangannya. Usaha yang bertujuan dapat dicapai dengan motivasi yang tidak bnayak.

3.      Pengetahuan mengenai hasil di dalam motivasi.
Apabila tujuan atau goal sudah terang, dan pelajar diberi tahu tentang kemajuannya, maka dorongan untuk usaha makin besar
4.      Penghargaan dan hukuman.
Pengahargaan adalah motif yang positif, penghargaan dapat menimbulkan inisiatif, energi, kompotisi, ekorasi, pribadi dan abilita-abilita kreatif. Hukuman adalah motivasi yang negative. Hukuman merupakan motivasi yang paling tua digunakan dalam pendidikan.

5.      Partisipasi.
Salah satu dari dinamika anak, ialah keinginan berstatus keinginan untuk ambil bagian-bagian dari aktivitas-aktivitas untuk partisipasi.

6.      Perhatian
Integrasi terletak ditengah-tengah motif dan sikap, ini tergantung dari makanan yang diberikan. Karena kurangnya kesempatan dapat mati dan dapat dikuatkan.

C.    HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KEBUTUHAN
Kebutuhan yang tak bisa dihindari oleh anak didik adalah keinginanya untuk menguasai sejumlah ilmu pengetahuan. Oleh karena itulah anak didik belajar. Karena bila anak didik tidak belajar berarti tidak akan mendapatkan ilmu pengetahuan. Bagaimana mengembangkan diri dengan memanfaatkan potensi-potensi yang dimiliki bila potensi-potensi itu tidak ditumbuh kembangkan melalui ilmu pengetahuan. Jadi, belajar adalah santapan utama anak didik.
Dalam kehidupan anak didik membutuhkan penghargaan. Dia tidak ingin dikucilkan. Berbagai peranan dalam kehidupan yang dipercayakan kepadanya sama halnya memberikan rasa percaya diri kepada anak didik. Anak didik merasa berguna, dikagumi, atau dihormati, oleh guru atau orang lain. Perhatian, ketenaran, status, martabat, dan sebagainya merupakan kebutuhan yang wajar bagi anak didik. Semuanya dapat memberikan motivasi bagi anak didik dalam belajar.
Guru yang berpengalaman cukup bijak memanfaatkan kebutuhan anak didik, sehingga dapat memancing semangat belajar anak didik agar menjadi anak yang gemar belajar. Anak didik pun giat belajar untuk memenuhi kebutuhannya demi memuaskan rasa ingin tahunya terhadap sesuatu.
Ada macam-macam teori motivasi, salah satu teori yang terkenal kegunaannya untuk menerangkan motivasi siswa adalah yang dikembangkan oleh maslow (1943,1970). Maslow percaya bahwa tingkah laku manusia dibangkitkan dan diarahkan oleh kebutuhan-kebutuhan tertentu. Kebutuhan-kebutuhan ini (yang memotivasi tingkah laku seseorang) di bagi oleh maslow ke dalam 7 kategori yaitu (Slameto,171-172) :
1.      Fisiologis
Ini merupakan kebutuhan manusia yang paling dasar, meliputi kebutuhan akan makanan, pakaian, tempat berlindung, yang penting untuk mempertahankan hidup.


2.      Rasa aman
Ini merupakan kebutuhan kepastian keadaan lingkungan yang dapat diramalkan, ketidakpastian, ketidakadilan, keterancaman, akan menimbulkan kecemasan dan ketakutan pada diri individu.

3.      Rasa cinta
Ini merupakan kebutuhan efeksi dan pertalian dengan orang lain.

4.      Penghargaan
Ini merupakan kebutuhan rasa berguna, penting, dihargai, dikagumi, dihormati oleh orang-orang lain. Secara tidak langsung ini merupakan kebutuhan perhatian, ketenaran, status, martabat, dan lain sebagainya.

5.      Aktualisasi diri
Ini merupakan kebutuhan manusia untuk mengembangkan diri sepenuhnya, merealisasikan potensi-potensi yang dimilikinya.

6.      Mengetahui dan mengerti
Ini merupakan kebutuhan manusia untuk memuaskan rasa ingin tahunya, untuk mendapatkan pengetahuan, untuk mendapatkan keterangan-keterangan, dan untuk mengerti sesuatu.

7.      Pada tahun 1970 maslow memperkenalkan kebutuhan ketujuh yang tampaknya sangat mempengaruhi tingkah laku beberapa individu, yaitu yang disebutnya kebutuhan estetik. Kebutuhan ini dimanifestasikan sebagai kebutuhan akan keteraturan, keseimbangan dan kelengkapan dari suatu tindakan.

D.    PERANAN GURU DALAM MEMOTIVASI  SISWA DALAM BELAJAR.
Menurut De Decce dan Grawford (1974) ada empat peranan guru sebagai pengajar yang berhubungtan dengan cara pemeliharaan dan peningkatan motivasi belajr anak didik, yaitu harus dapat menggairahkan anak didik, memberikan harapan yang realitis, memberikan insentif, dan mengarahkan perilaku anak didik ke arah yang menunjang tercapainya tujuan pengajaran. (Syaiful Bahri, 169-170)
1.      Menggairahkan anak didik
Dalam kegiatan rutin di kelas sehari-hari guru harus berusaha menghindari hal-hal yang menoton dan membosankan. Ia harus selalu memberikan kepada anak didik cukup banyak hal-hal yang perlu dipikirkan dan dilakukan. Guru harus memelihara minat didik dalam belajar, yaitu dengan memberikan kebebasan tertentu untuk berpindah dari satu aspek ke lain aspek pelajaran dalam situasi belajar. Discoverery learning dan metode sumbang saran ( brain stroming) memberikan kebebasan semacam ini. Untuk dapat meningkatkan kegairahan anak didik, guru harus mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai disposisi awal setiap anak didiknya.

2.      Memberikan harapan realistis
Guru harus memelihara harapan-harapan anak didik yang realistis dan memodifikasikan harapan-harapan yang kurang atau tidak ralistis. Untuk itu guru perlu memiliki pengetahguan yang cukupmengenai keberhasilan atu kegagalan akademis setiapa anak didik di masa lalu. Dengan demikian guru dapat membedakan antara harapan-harapan yang realistis, pesimitif, atau terlalu optimis. Bila anak didik telah banyak mengalami kegagalan, maka guru harus memberikan sebanyak mungkin keberhasilan kepada ank didik harapan yang diberikan tentu saja terjangkau dan dengan pertimbangan yang matang. Harapan yang tidak realistis adalah kebohongan dan itu yang tak disenangi oleh anak didik. Jadi, jangan coba-coba menjual harapan munafik bila tidak ingin dirugikan oleh anak didik.
3.      Memberikan insentif.
Bila anak didik mengalami keberhasilan, guru diharapkan memberikan hadiah kepada anak didik atas keberhasilannya, sehingga anak didik terdorong untuk melakukan usaha lebih lanjut guna mencapai tujuan-tujuan pengajaran. Bentuk-bentuk motivasi belajar sebagaimana diuraikan didepan merupakan motivasi ekstrinsik, di mana masalah hadiah dan pujian, dan memberikan angka telah dibahas lebih dalam. Insentif yang demikian diakui keampuhannya untuk membangkitkan motivasi secara signifikan.

4.      Mengarahkan perilaku anak didik
Mengarahkan perilaku anak didik adalahg tugas guru. Disini kepada guru dituntut untuk memberikan respons terhadap anak didik yang tak terlibat langsung dalam kegiatan belajar di kelas. Anak yang diam, yang membuat keributan, yang berbicara semaunya, dan sebagain diberikan teguran yang arif dan bijaksana. Usaha menghentikan perilaku anak didik yang negatif dengan memberi gelar yang tidak baik adalah manusiawi. Jangankan anak didik, guru pasti tidak senang diberi gelar yang tidak baik. Jadi, cara mengarahkan perilaku anak didik adalah dengan memberikan penugasan, bergerak mendekati, memberikan hukuman yang mendidik, menegur dengan sikap lemah lembut dan dengan perkataan yang ramah dan baik.

              Gage dan Berliner (1979), French dan Raven (1959) menyarankan sejumlah cara meningkatkan motivasi siswa tanpa harus melakukan reorganisasi kelas secara besar-besaran, yaitu:
1.         Mempergunakan pujian verbal.
2.         Mempergunakan tes dan nilai secara bijaksana.
3.         Membangkitkan rasa ingin tahu dan hasrat eksplorasi.
4.         Melakukan hal yang luar biasa.
5.         Merangsang hasrat siswa.
6.         Memanfaatkan apersepsi siswa.
7.         Terapkan konsep-konsep atau prinsip-prinsip dalam konteks yang unik da
luar biasa agar siswa lebih terlibat dalam belajar
8.        Meminta kepada siswa untuk mempergunakan hal-hal yang sudah dipelajari sebelumnya
9.         Mempergunakan simulasi dan permainan.
10.     Perkecil daya tarik sistem motivasi yang bertentangan.
11.    Perkecil konsekuensi-konsekuensi yang tidak menyenangkan terhadap siswa dari keterlibatannya dalam belajar.     


BAB VI
PENUTUP

A.   KESIMPULAN
Adapun kesimpulan dalam penulisan makalah ini:
1.    Motivasi merupakan suatu kekuatan yang dapat mendorong seseorang untuk melakukan perbuatan yaitu termasuk belajar, motivasi ada 2 yaitu: motivasi intrinsik & motivasi ekstrinsik.
2.      Teori-teori motivasi yaitu: teori instink, teori drive vs teori arousal, teori atribusi, teori harapan, teori aktualisasi diri, teori motif berprestasi dan teori takut berprestasi.
3.       Cara guru meningkatkan motivasi belajar siswa yaitu: mengairahkan anak  didik, memberikan harapan realistis, mengarahkan prilaku anak didik, memberikan insentif, dan lain – lain.
4.      Menurut teori Maslow hirarki kebutuhan itu ada 7 yaitu: Fisiologis, rasa aman, rasa cinta, pengahargaan, aktualisasi diri, mengetahui dan mengerti serta kebutuhan estetik.
5.      Fakto – faktor yang mempengaruhi motivasi dalam belajar yaitu: Kemasakan, usaha yang bertujuan goal dan ideal, pengetahuan mengenai hasil dalam motivasi, penghargaan dan hukuman, serta partisipasi.
6.      Motivasi belajar merupakan motivasi yang diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar dengan keseluruhan penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan belajar dalam mencapai satu tujuan
7.      Motivasi sangat dibutuhkan dalam proses belajar, tanpa motivasi baik belajar ataupun semua kegiatan yang akan dilakukan siswa tidak akan berhasil yang menuju prestasi.

B.   SARAN
              Saran-saran dalam penulisan makalah ini:
1.  Diharapkan kepada pembaca agar dapat memberikan masukan biar makalah menjadi lebih baik.
2.   Diharapkan kepada guru dapat memotivasi siswa agar menambah semangat siawa dalam belajar sehingga dapat berprestasi.
3.  Diharapkan kepada siswa agar dapat lebih memotivasi diri dengan berusaha semangat dalam belajar yang kemudian mendapatkan prestasi yang terbaik di sekolah maipun di luar sekolah dalam segala bidang. 

DAFTAR PUSTAKA

Djamarah, Saiful  Bahri. 2008. Psikologi Belajar. Jakarta: Pt Rineka Cipta.
Djamarah. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Djiwandono, Esti Wuryani Sri. 2003. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Pt Grasido.
Irwanto. 2002. Psikologi Umum (Buku Panduan Mahasiswa). Jakarta: Pt                              Prenhallindo,
Siregar, Eveline dan Dewi Salma Prawiradilaga. 2004. Mozaik Teknologi        Pendidikan. Jakarta: Prenada Media         

Slameto. 2010. Belajar dan Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi. Jakarta:   Rineka Cipta.

Wuryani. 2002. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Grasindo.