KETIKA BANYAK TULISAN BELUM MAMPU MEMUASKAN SYAHWAT MEMBACAMU, MAKA MENULISLAH DENGAN JALAN FIKIRANMU

Selasa, 04 Desember 2012

Belajar dan proses Pembelajaran


BAB I
PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG

Belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannyasendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto, 2003:2). Perubahan itu bersifat secararelatif konstan dan berbekas. Dalam kaitan ini maka antara proses belajar dengan perubahansebagai bukti hasil yang diproses. Belajar tidak hanya mata pelajaran, tetapi juga penyusunan,kebiasaan, persepsi, kesenangan atau minat, penyesuaian sosial, bermacam-macam keterampilan lain dan cita-cita (Hamalik, 2002:45).
                     Dengan demikian, seseorang dikatakan belajar apabila terjadi perubahan pada diri orang yang belajar akibat adanya latihan danpengalaman melalui interaksi dengan lingkungan.Pembelajaran merupakan suatu sistem yang terdiri atas berbagai komponen yangsaling berhubungan dan mempengaruhi. Komponen tersebut adalah guru, siswa, tujuan,materi, metode, dan evaluasi. Dari komponen-komponen pembelajaran tersebut, tujuan di jadikan fokus utama pengembangan, artinya komponen-komponen yang lain dikembangkanmengacu pada komponen tujuan yang ingin dicapai.
Pada hakikatnya pembelajaran merupakan suatu proses komunikasi transksional yang bersifat timbal balik, baik antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa untuk mencapai tujuan yang telah dicapai. Komunikasi transaksional adalah bentuk komunikasi yang dapat di terima, dipahami, dan disepakati oleh pihak-pihak yang terkait dalam proses pembelajaran.Dalam proses pembelajaran komponen-komponenya saling keterkaitan yang mengacu pada suatu tujuan yang ingin dicapai.

  1. RUMUSAN MASALAH
      Adapun rumusan masalah dalam penulisan makalah ini:
1.   Apa itu defenisi belajar dan pembelajaran ?
2.   untuk mengetahui teori-teori belajar ?
     3.       apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi belajar?

  1. TUJUAN
Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini :
1.   Untuk mengetahui definisi belajar dan pembelajaran.
2.   Untuk mengetahui teori-teori belajar.
3.   Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dan syarat-syarat belajar.

D. MANFAAT
      Manfaat dalam penulisan makalah ini :
1.    Guru dapat menambah wawasan tentang proses belajar mengajar.
2.    Siswa dapat mengetahui dalam hal belajar maupun hal lainnya.

3.    Penulis dapat menambah pemahaman tentang belajar dan pembelajaran.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN BELAJAR
Menurut Para Ahli :
1)      Hilgard dan Bower,dalam buku Theories of learning(1975) mengemukakan.”Belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yag disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu,dimana perubahan tingkah laku tidak dapat di jelaskan atau dasar kecenderungan respon pembawaan, kematangan, atau keadaan-keadaan sesaat seseorang(misalnya kelelahan,pengaruh obat dan sebagainya).
2)      Morgan dalam buku Introduction to psychology(1978) mengemukakan “belajar adalah setiap perubahan yang relative menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman.”
3)      James O.Wittaker belajar dapat didefinisikan sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman.
      Dari definisi-definisi yang dikemukakan diatas ,terdapat beberapa elemen penting yang mencirikan pengertian tentang belajar ,yaitu:
a.       Belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku
b.      Belajar merupakan suatu perubahan melalui latihan atau pengalaman
c.       Belajar merupakan perubahan yang harus relatif manetap.
d.      Belajar merupakan perubahan yang menyangkut berbagai aspek kepribadian .
                              Belajar adalah sebuah proses perubahan di dalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, ketrampilan, daya pikir, dan kemampuan-kemampuan yang lain..
                              Dapat disimpulkan bahwa Belajar merupakan proses dasar dari perkembangan hidup manusia.dengan belajar,manusia melakukan perubahan-perubahan kualitatif individu sehingga tingkah lakunya berkembang.Semua aktifitas dan prestasi hidup manusia tidak lain adalah hasil dari belajar.Kita pun hidup menurut hidup dan bekerja menurut apa yang telah kita pelajari.Belajar itu bukan sekedar pengalaman tetapi belajar adalah suatu proses,dan bukan suatu hasil.Karena itu belajar berlangsung secara aktif dan integrative dengan menggunakan berbagai bentuk perbuatan untuk mencapai suatu tujuan.

B.     TEORI BELAJAR
Secara umum teori belajar dapat dikelompikkan dalam 4 teori:
1)      Teori Behavioristik (Tingkah Laku)
Pandangan tentang belajar menurut teori tingkah laku,tidak lain adalah perubahan dalam tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon.Atau dengan kata lain,belajar adalah perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respons. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada siswa, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan siswa terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut.

·         Menurut Thorndike
MenurutThorndike(1911),salah seorang pendiri aliran tingkah laku,belajar adalah proses interaksi antara stimulus(yang mungkin berupa pikiran,perasan atau gerakan ) dan respon.Perubahan tingkah laku boleh berwujud sesuatu yang konkret (dapat diamati),atau yang non konkret(tidak dapat diamati).Teori thorndike disebut sebagai teori koneksionis(connectionism).
·         Watson
Menurut Watson stimulus dan respon tersebut harus berbentuk tingkah laku yang bisa diamati (observable). Dengan kata lain Watson mengabaikan berbagai perubahan mental yang mungkin terjadi dalam belajar dan menganggapnya sebagai faktor yang tidak perlu diketahui.Penganut aliran tingkah laku lebih suka memilih untuk tidak memikirkan hal-hal yang tidak bisa diukur, meskipun mereka tetap mengakui bahwa semua hal itu penting.
·         Clark hull
Clark Hull (1943) mengemukakan konsep pokok teorinya yang sangat dipengaruhi oleh teori evolusinya Charles Darwin. Bagi Hull, tingkah laku seseorang berfungsi untuk menjaga kelangsungan hidup.
·         Skinner
Skinner (1968) yang datang kemudian merupakan penganut paham neobehavioris yang mengalihkan dari laboratorium ke praktik kelas. Menurut Skinner, deskripsi hubungan antara stimulus dan respons untuk menjelaskan perubahan tingkah laku (dalam hubungannya dengan lingkungan) menurut persi Watson tersebut adalah deskripsi yang tidak lengkap.


2)      Teori kognitif
Teori belajar kognitif merupakan suatu teori belajar yang lebih mementingkan proses belajar daripada hasil belajar itu sendiri. Bagi penganut teori ini, belajar tidak sekedar melibatkan hubungan antara stimulus dan respon, tetapi belajar melibatkan proses berfikir yang sangat konfleks.
Menurut teori ini, ilmu pengetahuan dibangun dalam diri seorang individu melalui proses intraksi yang berkesinambungan dengan lingkungan. Dalam praktik, teori ini antara lain terwujud dalam ‘tahap-tahap perkembangan’ yang diusulkan oleh :
·         Piaget
Menurut Jean Piaget (1975), bahwa proses belajar sebenarnya terdiri dari tiga tahapan, yaitu asimilasi, akomodasi,equilibrasi (penyeimbangan). Menurut Piaget, proses belajar harus disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif yang dilalui siswa, dalam hal ini Piaget membaginya dalam empat tahap, yaitu tahap sensori-motor (1,5 – 2 tahun), tahap pra-operasional (2-3 sampai 7-8 tahun), tahap operasional konkret (7-8 sampai 12-14 tahun), dan tahap operasional formal (14 tahun atau lebih).
·         Bruner
`     Bruner mengusulkan teorinya yang disebut free discovery learning. Menurut teori ini, proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu konsep melalui contoh-contoh yang mewakili aturan yang menjadi sumbernya.
Menurut pandangan Bruner bahwa teori belajar itu bersifat deskriptif, sedangkan teori pembelajaran itu bersifat preskriptif [goal oriented (untuk mencapai tujuan).

3)      Aliran Teori Humanistik
Bagi penganut teori ini, proses belajar harus berhulu dan bermuara pada manusia itu sendiri.Dari keempat teori belajar, teori humanistik inilah yang paling abstrak, yang paling mendekati dunia filsafat daripada dunia pendidikan.Teori ini bersifat ekletik karena teori ini lebih tertarik pada ide belajar dalam bentuknya yang paling ideal.
·         Kolb
Kolb membagi tahapan belajar menjadi empat tahap, yaitu:
a.       Pengalaman konkret.
b.      Pengamatan aktif dan reflektif.
c.       Konseptualisasi.
d.      Eksperimentasi aktif.
MenurutKolb, siklus belajar semacam itu terjadi secara berkesinambungan dan berlangsung di luar kesadaran siswa.

4)      Aliran Sibernetik
Teori ini adalah teori baru yang berkembang sejalan ilmu informasi.Menurut teori ini, belajar adalah pengolahan informasi. Berikut penjelasan para ahli Sibernetik:

·         Landa
Landa merupakan salah seorang ahli psikologi yang beraliran sibernetik.Menurut Landa, ada dua macam proses berpikir. Pertama proses berpikir algoritmik, yaitu proses berpikir linier, konvergen, lurus menuju ke satu target tertentu. Jenis kedua adalah cara berpikir heuristic, yakni cara berpikir divergen yang menuju ke beberapa target sekaligus.

·         Pask and Scott
Pendekatan serialis adalah pendekatan yang diusulkan Pask dan Scott yang juga sama dengan pendekatan algoritmik.

C.    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BELAJAR
      Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar
Berhasil tidaknya seseorang dalam belajar disebabkan beberapa factor yang mempengaruhi pencapaian hasil belajar.Ada beberapa yang berasal dari dalam diri orang yang belajar itu sendiri (internal) dan ada pula dari luar dirinya (eksternal).
Berikut dijelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar, yaitu:
a.       Faktor Internal (yang Berasal dari Dalam Diri)

·         Kesehatan
Kemampuan belajar seseorang sangat dipengaruhi oleh kesehatan jasmani dan rohaninya.Bila seseorang sering dalam keadaan tidak sehat, dapat mengakibatkan tidak bergairah untuk belajar dan demikian pula sebaliknya.
Kemudian jika kesehatan rohani (jiwa) kurang baik, misalnya mengalami gangguan pikiran, perasaan kecewa karena konflik dengan pacar, orang tua atau karena sebab lainnya, ini dapat mengganggu atau mengurangi semangat belajar. Karena itu, pemeliharaan kesehatan sangat penting bagi setiap orang baik fisik maupun mental, agar badan tetap kuat, pikiran selalu dalam keadaan segar dan bersemangat dalam melaksanakan kegiatan belajar.

·         Inteligensi dan Bakat
Dua hal ini adalah aspek kejiwaan (psikis) yang besar pengaruhnya terhadap kemampuan belajar.Seseorang yang memiliki inteligensi baik (IQ-nya tinggi) umumnya mudah belajar dan hasilnya pun cenderung baik.Sebaliknya orang yang inteligensinya rendah, cenderung mengalami kesukaran dalam belajar, lambat berpikir sehingga prestasi belajarnya rendah. Bakat, juga besar pengaruhnya dalam menentukan keberhasilan belajar, misalnya belajar main piano, apabila dia memiliki bakat musik, akan lebih mudah dan cepat pandai dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki bakat itu.
Selanjutnya, bila seseorang mempunyai inteligensi tinggi dan bakatnya ada dalam bidang yang dipelajari, maka proses belajarnya akan lancer dan sukses bila dibandingkan dengan orang yang memiliki bakat saja tapi inteligensinya rendah. Demikian pula, jika dibandingkan dengan orang yang inteligensinya tinggi tetapi bakatnya tidak ada dalam bidang tersebut, orang berbakat lagi pintar (inteligensi tinggi) biasanya orang yang sukse dalam karirnya.

·         Minat dan Motivasi
Sebagaimana halnya dengan inteligensi dan bakat maka minat dan motivasi adalah 2 aspek psikis yang juga besar pengaruhnya terhadap pencapaian prestasi belajar.Minat dapat timbul karena daya tarik dari luar dan juga dating dari hati sanubari.Minat yang besar terhadap sesuatu merupakan modal yang besar, artinya untuk mencapai atau memperoleh benda atau tujuan yang diminati itu. Timbulnya minat belajar disebabkan berbagai hal, antara lain karena keinginan yang kuat untuk menaikkan martabat atau memperoleh pekerjaan yang baik serta ingin hidup senang dan bahagia. Minat belajar yang besar cenderung menghasilkan prestasi yang tinggi, sebaliknya minat belajar kurang akan menghasilkan prestasi yang rendah.
Motivasi berbeda dengan minat.Motivasi adalah daya penggerak atau pendorong untuk melakukan suatu pekerjaan. Bisa berasal dari dalam diri dan juga dari luar, motivasi yang berasal dari dalam diri (intrinsik) yaitu dorongan yang datang dari hati, umumnya karena kesadaran akan pentingnya sesuatu. Dapat juga karena dorongan bakat apabila ada kesesuaian dengan bidang yang dipelajari.Motivasi yang berasal dari luar (ekstrinsik) yaitu dorongan yang datang dari luar diri (lingkungan) misalnya dari orangtua, guru, teman-teman, dan anggota masyarakat. Seseorang yang belajar dengan motivasi kuat, akan melaksanakan semua kegiatan belajarnya dengan sungguh-sungguh, penuh gairah atau semangat dan sebaliknya.
Kuat lemahnya motivasi belajar seseorang turut mempengaruhi keberhasilannya.Karena itu motivasi belajar perlu diusahakan terutama yang berasal dari dalam diri.

·         Cara Belajar
Cara belajar seseorang juga mempengaruhi pencapaian hasil belajar. Belajar tanpa memperhatikan teknik dan faktor fisiologis, psikologis, dan ilmu kesehatan, akan memperoleh hasil yang kurang memuaskan.
Ada orang yang sangat rajin belajar, siang dan malam tanpa istirahat yang cukup.Cara belajar seperti ini tidak baik.Belajar harus ada istirahat untuk memberi kesempatan kepada mata, otak serta organ tubuh lainnya untuk memperoleh tenaga kembali.
Selain itu, teknik-tenik belajar perlu diperhatikan bagaimana caranya membaca, mencatat, menggarisbawahi, membuat ringkasan, atau kesimpulan, apa yang harus dicatat dan sebagainya. Selain dari teknik-teknik tersebut, perlu juga diperhatikan waktu belajar, tempat, fasilitas, penggunaan media pengajaran dan penyesuaian bahan pelajaran.

b.      Faktor Eksternal (yang Berasal dari Luar Diri)

·         Keluarga
Faktor orangtua sangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan anak dalam belajar. Tinggi rendahnya pendidikan orangtua, besar kecilnya penghasilan, cukup atau kurang perhatian dan bimbingan orangtua, rukun atau tidaknya kedua orangtua, akrab atau tidaknya hubungan orangtua dengan anak-anak, tenang atau tidaknya situasi dalam rumah, semuanya itu turut mempengaruhi pencapaian hasil belajar anak, di samping itu, faktor keadaan rumah juga turut mempengaruhi keberhasilan belajar.

·         Sekolah
Keadaan sekolah tempat belajar turut mempengaruhi tingkat keberhasilan belajar.Kualitas guru, metode mengajarnya, kesesuaian kurikulum dengan kemampuan anak, keadaan fasilitas/perlengkapan di sekolah, keadaan ruangan, jumlah murid per kelas, pelaksanaan tata tertib sekolah dan sebagainya.Semua ini terut mempengaruhi keberhasilan belajar anak.


·         Masyarakat
Keadaan masyarakat juga menentukan prestasi belajar. Jika di sekitar tempat tinggal keadaan mayarakatnya terdiri dari orang-orang yang berpendidikan, terutama anak-anaknya rata-rata bersekolah tinggi dan moralnya, baik, hal ini akan mendorong anak lebih giat belajar dan sebaliknya.

·         Lingkungan Sekitar
Keadaan lingkungan tempat tinggal juga sangat penting dalam mempengaruhi prestasi belajar.misalnya bila bangunan rumah penduduk sangat rapat, akan mengganggu belajar.keadaan lalu lintas yang membisingkan, suara hiruk-pikuk orang disekitar, suara pabrik, iklim yang terlalu panas, semua ini akan mempengaruhi kegairahan belajar. sebaliknya, tempat yang sepi dengan iklim yang sejuk ini akan menunjang proses belajar.

D.    PERSYARATAN DALAM BELAJAR
      Syarat-syarat dalam belajar dapat ditinjau dari 2 sisi yaitu:
1.      Sisi Internal
Internal maksudnya adalah berasal dari dalam diri individu itu sendiri.Dimana harus adanya kemauan/hasrat ,usaha,konsentrasi dalam berfikir,ingatan,semangat, serta rasa ingin tahu yang besar dalam diri individu itu sendiri.

2.      Sisi Eksternal
Eksternal maksudnya adalah berasal dari luar diri individu itu sendiri.Dimana adanya hal yang menunjang dalam proses belajar yaitu harus ada sumber dan media belajar(buku,labtop,alat tulis,meja, kursi,guru,surat kabar,radio,televise, dan lain-lain).

E.     BELAJAR DAN KAITANNYA DENGAN PROSES PEMBELAJARAN
Belajar dan pembelajaran merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam dunia pendidikan. Keduanya saling berkaitan satu sama lain.
Belajar merupakan proses yang dilakukan manusia untuk mendapatkan aneka ragam kemampuan (competencies), ketrampilan (skills), dan sikap ( attitudes).Sedangkan Pembelajaran merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memfasilitasi dan meningkatkan intensitas dan kualitas belajar.
Oleh karena pembelajaran merupakan upaya untuk memfasilitasi dan meningkatkan proses belajar maka kegiatan pembelajaran berkaitan erat dengan hakikat, jenis, dan hasil belajar. Pembelajaran harus menghasilkan belajar, tapi tidak semua proses belajar terjadi karena pembelajaran.
Proses belajar tidak hanya terjadi di sekolah saja,tetapi juga bisa terjadi dalam interaksi sosial dalam lingkungan masyarakat.Proses belajar dan pembelajaran bisa terjadi dimana saja, dan kapan saja tidak dibatasi oleh jarak, ruang, dan waktu. Untuk mencapai hasil belajar yang diinginkan dalam proses pembelajaran selain memperhatikan pendidik, peserta didik, dan sumber belajar, juga harus memperhatikan proses interaksi antara pendidik dan peserta didik, dan juga lingkungan belajar. Semuanya saling berkaitan satu sama lain

BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN

Belajar merupakan proses dasar dari perkembangan hidup manusia.dengan beljar,manusia melakukan perubahan-perubahan kualitatif individu sehingga tingkah lakunya berkembang.Semua aktifitas dan prestasi hidup manusia tidak lain adalah hasil dari belajar.Kita pun hidup menurut hidup dan bekerja menurut apa yang telah kita pelajari.Belajar itu bukan sekedar pengalaman tetapi belajar adalah suatu proses,dan bukan suatu hasil.Karena itu belajar berlangsung secara aktif dan integrative dengan menggunakan berbagai bentuk perbuatan untuk mencapai suatu tujuan.
Belajar merupakan proses yang dilakukan manusia untuk mendapatkan aneka ragam kemampuan (competencies), ketrampilan (skills), dan sikap ( attitudes).Sedangkan Pembelajaran merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memfasilitasi dan meningkatkan intensitas dan kualitas belajar. Oleh karena pembelajaran merupakan upaya untuk memfasilitasi dan meningkatkan proses belajar maka kegiatan pembelajaran berkaitan erat dengan hakikat, jenis, dan hasil belajar. Pembelajaran harus menghasilkan belajar, tapi tidak semua proses belajar terjadi karena pembelajaran.




DAFTAR PUSTAKA

Dalyono, M. 1997. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka cipta.
Djiwandono ,sri esti wuryani. 2002 .Psiikologi Pendidikan.Jakarta :
                Gramedia
Mustaqim,dkk.2010.Psikologi Pendidikan . Jakarta: Rineka cipta
Purwanto,M.ngalim.2010.Psikologi pendidikan.Bandung: Remaja
               rosda karya
Soemanto,Wasty.2006.Psikologi Pendidikan(landasan kerja
               pemimpin pendidikan). Jakarta. Rineka Cipta.
Uno,hamzah B. 2008.Orientasi baru dalam Psikologi  Pembelajaran.Jakarta: Bumi aksara

0 komentar:

Posting Komentar